Pemupukan

A.           PENDAHULUAN
I.  PENGERTIAN
    Dalam pengertian sehari-hari istilah pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah.Sedang pemupukn adalah penambahan bahan tertentu kedalam tanah agar tanah tersebut menjadi subur.
Oleh karena itu pemupukan pada umumnya diartikan sebagai penambahan zat hara suatu media tertentu untuk dipergunakan pada organisme tertentu dalam pertumbuhannya. Dalam arti luas pemupukan sebenarnya adalah penambahan bahan lain yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanah

Dalam arti luas yang dimaksud pupuk  ialah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman. Termasuk dalam pengertian ini adalah pemberian bahan kapur dengan maksud untuk meningkatkan pH tanah yang masam, pemberian legin bersama benih tanaman kacang-kacangan serta pemberian pembenah tanah (soil conditioner) untuk memperbaiki sifat fisik tanah. Demikian pula pemberian urea dalam tanah yang miskin akan meningkatkan kadar N dalam tanah tersebut. Semua usaha tersebut dinamakan pemupukan. Dengan demikian bahan kapur, legin, pembenah tanah dan urea disebut pupuk.

Dalam pengertian yang khusus pupuk ialah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih hara tanaman. Dengan pengertian ini, dari kegiatan yang disebutkan di atas hanya urea yang dianggap pupuk karena bahan tersebut yang mengandung hara tanaman yaitu nitrogen.
Pemupukan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan produktivitas tanaman. Ketersediaan pupuk secara tepat dosis dan tepat waktu sering menjadi masalah bagi pekebun kelapa sawit. Dalam hal ini pemakaian pupuk majemuk merupakan salah satu alternatif untuk menjamin penyediaan seluruh hara secara tepat waktu dan seimbang di dalam tanah.
Kelapa sawit memerlukan pemupukan baik pada tahap pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM), maupun tanaman menghasilkan (TM). Tanaman kelapa sawit memerlukan pupuk dalam jumlah yang tinggi, mengingat bahwa 1 ton TBS yang dihasilkan setara dengan 6,3 kg Urea, 2,1 kg TSP, 7,3 kg MOP, dan 4,9 kg Kiserit.

Tanaman yang tidak dipupuk satu kali dapat berakibat penurunan produksi tanaman hingga beberapa tahun. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemupukan dapat meningkatkan produksi antara 611% (Foot et al, 1987), 035% (Gurmit, 1989), 592% (Dolmat et al,1989). Beragamnya pengaruh pemupukan terhadap produktivitas tanaman tersebut oleh beragamnya jenis tanah, umur tanaman, kondisi iklim dan tingkat pengelolaan kultur teknis yang diterapkan oleh pekebun.

Bahan pupuk selain mengandung  hara tanaman umumnya mengandung bahan lain, yaitu:
  • Dalam praktek perlu diketahui istilah-istilah khusus yang sering digunakan dalam pupuk antara lain ialah:
  • Mutu pupuk atau grade fertilizer artinya angka yang menunjukkan kadar hara tanaman utama (N,P, dan K) yang dikandung oleh pupuk yang dinyatakan dalam prosen N total, P2O5 dan K2O. Misalnya pupuk Rustika Yellow 15-10-12 berarti kadar N 15%, P2O5 10% dan K2O 12%.
  • Perbandingan pupuk atau ratio fertilizer  ialah perbandingan unsur N,P dan K yang dinyatakan dalam N total, P2O5 dan K2O merupakan penyederhanaan dari grade ferilizer. Misalnya grade fertilizer 16-12-20 berarti ratio fertilizernya 4:3:5.
  • Mixed ferilizer atau pupuk campuk ialah pupuk yang berasal dari berbagai pupuk yang kemudian dicampur oleh pemakainya. Misalnya pupuk Urea, TSP dan KCl dicampur  menjadi satu dengan perbandingan tertentu sesuai dengan mutu yang diinginkan. Hal ini berbeda dengan pupuk majemuk yaitu pupuk yang mempunyai dua atau lebih hara tanaman dibuat langsung dari pabriknya.
  • Jenis Pupuk yang umum dipergunakan untuk pemeliharaan Kelapa sawit :
Tabel Kandungan dan Jenis Pupuk

No
Kandungan
Jenis Pupuk
% Tase
1
Pupuk N
Urea
46%
ZA
21%
2
Pupuk P
SP 36
35% P205
RP
30% P205
3

TSP
45% P205
Pupuk K
Kcl (MOP)
60% K2O
ZK
50% K2O
Abu Janjang
35 – 40% K2O
4
Pupuk Mg
Kieserite
26 – 27% MgO
Dolomite
18% Mgo
5
NPK
Pupuk Majemuk
Rustica NPK Mg


Rustika 15-15-6-4
Rustica 12-12-17-2



Gambar Proses Hilang nya pupuk pada tanaman sawit

Gambar Kebutuhan Pupuk Pada Tanaman Sawit



B.      JENIS PUPUK
1.   Pupuk Tunggal Sintetis
Seperti namanya pupuk kimia adalah pupuk yang dibuat secara kimia atau juga sering disebut dengan pupuk buatan. Pupuk kimia bisa dibedakan menjadi pupuk kimia tunggal dan pupuk kimia majemuk. Pupuk kimia tunggal hanya memiliki satu macam hara, sedangkan pupuk kimia majemuk memiliki kandungan hara lengkap. Pupuk kimia yang sering digunakan antara lain Urea dan ZA untuk hara N; pupuk TSP, DSP, dan SP-26 untuk hara P, Kcl atau MOP untuk hara K.
Kelebihan nya :
  • Mudah didapat dan harga lebih murah
  • Kepastian dosis bisa lebih tepat sesuai rekomendasi yang dibutuhkan
  • Kelarutan dalam tanah sangat cepat dan cepat diserap tanaman.
Kelemahannya
  • Pupuk secara kelarutan cepat sehingga tingkat lossis ataupun kehilangan pupuk sangat tinggi contohnya tercuci, menguap (urea). Kondisi ini dipengaruhi terhadap applikasi pemberian pupuk (4 T) tepat waktu, tepat cara, tepat dosis dan tepat tempat. Sehingga kehilanggan dapat diperkecil.
  • Pupuk tunggal juga dapat memperburuk sifat tanah seperti menimbulkan pengerasan ataupun peningkatan atom H dalam tanah (tetapi ini bisa dianulir dengan applikasi lain seperti tanam kacangan ataupun pemakaian organik suplement.
2.  Pupuk Majemuk ( semi sintetis NPK dll)
Pupuk majemuk biasanya dibuat dengan mencampurkan pupuk-pupuk tunggal. Komposisi haranya bermacam-macam, tergantung produsen dan komoditasnya.
Pada tanaman kelapa sawit, pupuk majemuk umumnya digunakan pada tahapan pembibitan dan tanaman belum menghasilkan. Pupuk majemuk yang digunakan di pembibitan adalah pupuk majemuk NPKMg dengan komposisi 15 15 6 4  dan 12 12 17 2
(Nitrogen  N 12%, kandungan fosfor P 12%, kandungan kalium  K 17% dan kandungan magnesium Mg 2%. )

Pupuk majemuk biasa digunakan pada tanaman belum menghasilkan (TBM). Pada usia TBM, sistem pertumbuhannya belum sempurna sehingga akan lebih baik jika diberikan pupuk dengan kandungan nutrisi yang komplit. Pupuk majemuk biasa digunakan pada tanah marginal seperti tanah berpasir karena pupuk majemuk mempunyai kelarutan yang lambat dan tidak menguap oleh panas. Selain itu pupuk majemuk mempunyai efisiensi pemupukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk tunggal. Pada berbagai jenis tanah efisiensi pupuk majemuk ini tidak jauh berbeda.

Kelebihannya :
  • Pupuk slow reliase (tidak secara keseluruhan terurai sebab pupuk komposisi padan dengan bahan lainnya.
  • Tidak merusak tanah bersinergis.
 Kekurangannya
  • Harga pupuk sangat mahal
  • Ketepat dosis tidak bisa tercapai sebab setiap unsur seyawa hara terdapat dalam perbandingan yang berbeda.
  • Kebutuhan pupuk tidak sama setiap unsurnya.
                      Tabel  Formulasi Standar NPK  Untuk Kelapa Sawit

FASE TANAMAN
Formulasi
N
P
K
Mg
Pembibitan
15
15
6
4
Tanaman Belum Menghasilkan / TBM
15
15
6
4
Tanaman Menghasilkan / TM
12
12
7
2
Sumber : Demplot  Pupuk NPK Pelangi Segmen Kelapa Sawit di Kabupaten Sanggau Kalbar Pupuk kaltim
Keterangan: Formulasi dapat dibuat sesuai kebutuhan berdasarkan hasil analisis tanah dan daun, aplikasi standard adalah sebanyak 1,5 Kg setiap 6 Bulan.

3.  Pupuk Organik

Pupuk organik seperti namanya pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik atau alami. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain adalah pupuk kandang, kompos, kascing, gambut, rumput laut dan guano. Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Beberapa orang juga mengkelompokkan pupuk-pupuk yang ditambang seperti dolomit, fosfat alam, kiserit, dan juga abu (yang kaya K) ke dalam golongan pupuk organik. Beberapa pupuk organik yang diolah dipabrik misalnya adalah tepung darah, tepung tulang, dan tepung ikan. Pupuk organik cair antara lain adalah compost tea, ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan lain-lain.

Pupuk organik memiliki kandungan hara yang lengkap. Bahkan di dalam pupuk organik juga terdapat senyawa-senyawa organik lain yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain (sumber java organik farm)

Selain kandungan hara, pupuk organik juga mengandung senyawa-senyawa organik lain. Meskipun kandungan haranya rendah tetapi kandungan senyawa-senyawa organik di dalam kompos ini memiliki peranan yang lebih penting dari pada peranan hara saja. Misalnya, asam humik dan asam fulvat. Kedua asam ini memiliki peranan seperti hormon yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Kompos diketahui dapat meningkatkan nilai KTK (kapasitas tukar kation) tanah. Artinya tanaman akan lebih mudah menyerap unsur hara. 

Tanah yang diberi kompos juga menjadi lebih gembur dan aerasi tanah menjadi lebih baik. Tanah yang diberi kompos lebih banyak menyimpan air dan tidak mudah kering. Jika diamati lebih jauh, aktivitas mikroba pada tanah yang diberi kompos akan lebih tinggi daripada tanah yang tidak diberi kompos. Mikroba-mikroba ini memiliki peranan dalam penyerapan unsur hara oleh tanaman. Pupuk Organiks seperti kompos dapat memperbaiki sifat kimia, sifat fisik, dan sifat biologi tanah.


Intinya perbandingan unsur kimia pada pupuk sintetis dan pupuk organik tidak semata mata pada nilai perbandingan unsur kima nya saja, tetapi manfaat dari penggunaan pupuk organik adalah peranan pupuk organik sebagai unsur peningkatkan nilai KTK (kapasitas Tukar Kation) pada tanaman.

Tabel 12.4 : Standard SNI Pupuk

Jenis Pupuk
Rumus Kimia
Kadar Unsur Hara Utama
Reaksi Kemasaman
Bentuk
Warna
Kelarutan dalam air
UREA
(NH2)2CO
42 – 46% N
Sedikit masam
Kristral dan butir
Putih
Mudah larut
ZA (Zwavelzure Ammoniak)/ Ammonium Sulfat
(NH4)2SO4
20 – 21% N dan
21 – 27% S
Masam
Kristal
Putih kelam sampai putih kekuningan
Mudah larut
Natrium Nitrat (NN)
NaNO3
16 % N
Dan
26% Na
Netral sampai basa
Kristal
Berbagai warna: merah, kuning, kelabu, dan ungu
Mudah larut
TSP (Triple Super Phosphate)
Ca(H2PO4)2.H2O
44-52% P2O5
Netral
Butiran (granul)
Abu-abu
Dapat larut
Fosfat Alam (RP= Rock Phosphate)
Ca3(PO4)2
Sangat beragam tergantung sumbernya. 25 – 38% P2O5
Netral sampai basa
Tepung (serbuk)
Tergantung sumbernya. Abu-abu keputihan, merah kecoklatan
Kelarutan sangat rendah

Kalium Clorida (MOP=Muriate of Potash)

KCl

52 – 60% K2O, dan 47 % Cl

Netral sampai agak masam

Kristal

Merah, putih kotor

Dapat larut
Kalium Sulfat (ZK=Zwavelzure Kali)
K2SO4
49-53% K2O
Netral sampai agak masam
Kristal
Putih keabu-abuan
Dapat larut
Kieserit
MgSO4.H2O
27% MgO dan 22% S
Agak masam
Tergantung sumbernya: Kristal dan tepung
Putih keabu-abuan, atau putih
Tergantung sumbernya: Agak sukar larut sampai dapat larut
Dolomit
CaMg(CO3)2
18-22% MgO, dan 40% CaO
Basa
Tepung
Putih atau putih keabu-abuan
Sukar larut
HGFB
Na2B4O7.5H2O
45% B2O5

Kristal
Putih kotor
Mudah larut
Copper
CuSO4.5H2O
26% Cu dan 13% S
Masam
Kristal
Biru
Mudah larut
Zinc
ZnSO4.H2O
36% Zn
Masam
Kristal

Mudah larut
Ferrum
FeSO4.7H2O
19% Fe
Masam
Kristal

Mudah larut
15:15:6:4

15%N, 15%P2O5, 6% K2O, 4% MgO
Netral sampai agak masam
Butir (granul)
Coklat kemerahan
Mudah larut
12:12:17:2

12%N, 12%P2O5, 17%K2O, 2%MgO
Netral sampai agak masam
Butir (granul)
Merah kecoklatan
Mudah larut
13:6:27:4:0.65B

13%N, 6%P2O5, 27%K2O, 4%MgO, 0.65% B

Butir (granul)

Mudah




C.     PERSIAPAN UMUM PEMUPUKAN
1.   Mempersiapkan lapangan yang akan dipupuk.
a.   Piringan.
Piringan harus bersih dengan lebar yang cukup (jari-jari 2 meter) dan tidak tergenang air.
b.   Tunasan.
Blok yang akan dipupuk sebaiknya telah ditunas (untuk tahun yang sedang berjalan).
c.   Jadwal urutan penaburan.
Dahulukan memupuk blok Tanaman Baru – kemudian TBM – setrusnya TM menerima 2 kali penaburan – blok dengan pokok-pokok kuning – baru TM yang satu kali menerima penaburan.
   
        2.   Mempersiapkan pengangkutan ( transport ).
Transport pupuk harus diatur sehari sebelumnya agar pupuk pagi-pagi sudah ada di blok ( hubung traksi, gudang ). Pengeceran pupuk di blok dari arah-arah transport harus diatur oleh petugas yang terlatih untuk menunjukan lokasi penaburan dan menetapkan jumlah kantongper tumpuk untuk setiap interval baris tertentu berdasarkan peta detail blok atau angka sensus pohon. Kantong atau bungkusan pupuk harus ditumpuk dipiringan dan tidak dibenarkan diletakan dipasar atau parit, sedangkan interval pokok untuk pengeceran kantong masuk kedalam barisan tanaman adalah :

Berat kantongan   x 1 pokok
                                                  Dosis
  
3.   Mempersiapkan keamanan.
a.      Keamanan pupuk yang telah diecer harus terjamin ( aman pencurian, pembuangan / menyembunyikan pupuk kegawangan atau parit ), untuk itu kerahkan centeng-centeng.
b.      Pupuk yang sudah diangkut kelapangan harus selesai ditaburkan seluruhnya pada hari tersebut.                        

4.   Organisasi dan pelaksanaan.
a.      Setiap hari hanya diperkenankan satu macam pupuk saja yang ditaburkan ditiap afdeling.
b.      Semua penabur harus yang sudah terlatih, terdiri dari satu mandoran wanita yang tetap untuk setiap afdeling. Sediakan jumlah tenaga yang pasti sesuai luas yang akan dipupuk.
c.       Sediakan takaran sesuai jumlah penabur, juga cangkol untuk mencacah ( khusus untuk area). Araah mencacah harus maju dan bukan mundur.
d.      Kantong – kantong diecer oleh penabur sendiri kedalam blok.
e.      Penaburan pupuk dimulai dari rintis tengah kepasar kebun.

5.   Syarat Pemupukan
  a.   Jarak tabur dari pohon :
Untuk TB (Tanaman Baru ) dan TBM (Tanaman Belum Menghaslkan) jarak tabur pupuk tergantung kepada perkembangan pohon ( lebarnya tajuk ). Tepatnya jalur penaburan harus dibawah proyeksi ujung tajuk dengan jarak kira-kira :
                                    TB ( 0 Tahun )            = 30 cm
                                    TBM ( 1 – 3 Tahun )   = 0,5 – 1 meter.
                                    TM ( > 4 Tahun )        = 2 meter.
              b.   Menurut sifatnya cara penaburan pupuk diatur sebagai berikut :

             Tabel 12.5. Kelompok Pupuk dan Penaburan nya
Kelompok Pupuk
Penaburan
Pencacahan
Lain - lain
     Urea , SA
Pada jalur ditepi piringan,
mengelilingi pohon
Segera dicacah
Pupuk jangan mengenai daun.
Pada tanah miring,pupuk di taburkan dibawah piringan yg lebih tinggi dan dicacah
TSP, Kieserite, Borate
I D E M
Tidak dicacah
KCL , ABU
Ditebar merata diseluruh permukaan piringan
Tidak dicacah

c.   Tidak dibenarkan mencampur pupuk sebelum penaburan.
Jika dijalur penaburan dipiringan, pupuk-pupuk ”N” yaitu, Urea atau SA aqtau NH4 atau COMPOUND jangan bertindih dengan RP atau AGROPHOS atau TSP atau KCL atau ABU atau KIESERITE, demikian juga pupuk Borate/Borax jangan bertindih dengan pupuk-pupuk yang lainnya dan jangan pula dicampur dengan larutan herbisida.

D.    PEMUPUKAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM)
1.   Rencana Pemupukan
a.      Mandor besar (Mandor 1) mandor pemupukan dengan krani adeling membuat rencana pemupukan sesuai dengan pedoman RKAP dan RAB
b.      Rencana meliputi :
o   Blok yang akan dipupuk
o   Jumlah kebutuhan pupuk/blok ( dosis x jml pohon)
o   Permintaan kendaraan dan rencana tempat pengeceran pupuk.

2.   Peralatan
a.     Bakul/ember untuk isi 10 kg
b.     Takaran : dari mangkuk plastik seperti bekas sabun atau yang lain.
c.      Kain gendong.
d.     Sarung tangan.

3.   Pelaksanaan Pemupukan
a.      Sistem pemupukan dilakukan per jenis pupuk dan tidak dianjurkan mencampur pupuk terlebih dahulu.
b.      Upuk Urea, ZA, MOP (KCL) dan Kieserite, waktu penaburannya boleh berurutan.
c.       Pupuk RP/TSP dihindari agar tidak bercampur dengan ZA, dengan cara pemupukan RP/TSP dilaksanakan sesudah pemupukan ZA.
d.      ( HK/ha ) sbb :
o   Membuat RK,SPK,SPB : 0,04
o   Mengangkut pupuk : 0,18
o   Mengumpul goni : 0,04
o   Menabur : 0,30       
e.       Pupuk diecer ke titik-titik pengeceran yang telah ditentukan.
f.        Sistem pemupukan adalah ancak giring, dimana pekerja digiring ke 1 blok hingga selesai, kemudian baru pindah ke blok lain.
g.       Pupuk ditabur dipiringan,1 orang penabur berjalan sekaligus 2 baris tanaman  (1 gawangan ).
h.      Jarak penaburan dapat dipedomani sebagai berikut :
o   TBM 0 : 30-50 cm
o   TBM 1 : 50-100 cm
o   TBM 2 : 100-150 cm
o   TBM 3 : 150-200 cm   

4.   Dosis Pupuk
·     Dosis pupuk pada TBM Kelapa Sawit. 

             Tabel Dosis Pemakaian Pupuk
Umur (Bulan)
Dosis (Kg/Pohon)
ZA atau urea
RP
MOP
Kieserite
HGFB
Saat tanam
1
3
5
8
12
-
0,10
0,25
0,25
0,25
0,50
0,5
-
-
0,50
-
0,75
-
-
-
0,15
0,35
0,35
-
-
-
0,10
0,15
0,25
-
-
-
-
0,02
-
Jumlah
TBM 1
1,35

1,75
1,00
0,70
0.02
16
20
24
0,50
0,50
0,50
-
1,00
-
0,50
0,50
0,75
0,50
0,50
0,50
0,03
-
0,05
Jumlah
 TBM 2
1,50
1,00
1,75
1,50
0,08
28
32
0,75
0,75
1,00
-
0,75
1,00
0,75
0,75
-
-
Jumlah
 TBM 3
1,50
1,00
1,75
1,50
-
Total
4,35
3,75
4,50
3,70
0,10


5.   Penaburan Pupuk
·       Aplikasi pemupukan padaTBM
·       Pupuk ditabur pada permukaan piringan pohon, dari pangkal pohon kearah pinggir piringan.

Tabel Jarak Taburan dengan Tanaman
No
TBM
Lebar
Piringan (M)
Pupuk
Jarak dgn Tanaman (cm)
1
TBM 1
1,00
B
N
P, K, Mg
0 - 50
50 – 100
50 - 100
2
TBM 2
1,50
B
N
P, K, Mg
0 - 50
50 – 100
50 - 150
3
TBM 3
2,00
N
P, K, Mg
50 – 100
50 - 200

 
E.     PEMUPUKAN TANAMAN MENGHASILKAN (TM)
Pemupukan TM untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman guna menunjang pertumbuhan untuk mencapai produksi yang optimal, serta ketahanan terhadap hama penyakit. Pemupukan memerlukan biaya yang samgat besar, oleh karena itu pelaksanaannya diperlukan perhatian dan pengawasan yang baik.
1.   Penentuan dosis pupuk.
Dosis pupuk ditentukan berdasarkan pertimbangan hasil analisa daun,hasil penelitian, umur dan kondisi tanaman, tanah, iklim, keseimbangan hara, efisiensi biaya, produksi yang telah diperoleh, dan target produksi.

        2.   Soil sampling unit ( SSU ).
Soil sampling unit dilakukan setiap 3 tahun pada blok-blok LSU sebagai upaya untuk mengetahui perkembangan kadar hara didalam tanah secara detail pada masing-masing blok, yang akan digunakan sebagai pendukung rekomondasi pemupukan.
Contoh tanah diambil secara komposit pada piringan, gawangan hidup, dan gawangan mati.
Kedalaman pengembalian contoh :
1.       Tanah Mineral   : 0 – 10 cm, 10 – 30 cm, dan 30- 60 cm.
2.      Tanah gambut   : 0 – 15 cm, 15 – 30 cm, dan 30 – 60 cm.

        3.   Cara aplikasi.
Aplikasi pupuk pada TM dapat dilakukan  secara manual maupun mekanis dengan spreader dan pesawat.
a.   Pemupukan secara manual.
·      Dilakukan pada TM muda pada umur <7 tahun atau pada TM yang lebih tua yang tidak dimungkinkan untuk dilakukan secara mekanis.
·      Pada TM muda pupuk ditabur merata mulai batas luar piringan menuju kedalam dengan lebar 1 meter.
·      Pada TM remaja dan tua, pupuk ditabur melalui batas luar piringan ke arah luar dengan lebar sebaran 1 meter.
·      Pupuk posfat untukTM muda diberikan dipiringan, sedangkan pada TM remaja dan tua diberikan pada tumpukan pelepah maupun diatas bahan organik.
·      Aplikasi pupuk harus dilakukan dengan sistem untilan.
b.    Pemupukan secara mekanis dengan fertilizer spreader.
Penggunaan fertilizer spreader (FS) sesuai pada areal TM yang datar sampai landai (kemiringan 0-5 derajat) dengan umur tanaman > 6 tahun.

4.    Dosis Pemupukan
Tabel Dosis Pemupukan
Pemupukan
Dosis Pupuk ( Kg/phn )
(Aplikasi)
Urea atau ZA
RP atau TSP
MOP/kcl
Kieserite
HGFB
Semester 1
Semester 2
1,00
1,00
1,50
1,50

0,75
1,00
0,50
0,75
0,75
0,75
0,50
0,75
-
O,05
Jumlah
2,00
3,00
1,75
1,25
1,50
1,25
0,05

5.    Pedoman Umum Pemupukan TM
Merupakan pedoman secara umum, namun demikian curah hujan di masing-masing kebun harus diperhatikan.
Pada saat curah hujan rendah dan musim kering, maka aplikasi pupuk harus mempertimbangkan frekuensi curah hujan dengan ketentuan :
1.       Pemupukan harus dihentikan segera apabila 7 hari berturut-turut tidak   terjadi hujan.
2.      Pemupukan dapat dilanjutkan segera apabila terdapat minimal 2 hari hujan  dengan curah hujan 25 mm atau 1 hari hujan dengan curah hujan 50 mm dalam kurun waktu 7 hari berturut-turut.
3.      Pemupukan harus dihentikan kembali apabila :
·         Untuk urea, segera bila tidak ada hujan dalam 3 hari berturut-turut
·         Untuk pupuk MOP, Kieserite, pupuk mikro segera setelah 7 hari berturut-turut tidak hujan
Catatan :
Pupuk Rock phosphate, super phosphat, dan super dolomite dapat diaplikasikan karena tidak terjadi penguapan.

4.   Frekuensi Pemupukan
o       Nitrogen (N) dan Potassium (K)
      Umumnya dua kali aplikasi per tahun. Jarak minimum antara aplikasi tidak kurang dari 2 bulan. Pada tanah pasir umumnya tiga kali aplikasi per tahun
o       Phosphorus (P), Magnesium (Mg), copper (Cu) dan boron (B)
      Diberikan sesuai dengan rekomendasi pemupukan. Pada kondisi tertentu, frekuensi tidak mengikuti situasi normal.

5.   Waktu Aplikasi Pupuk yang Saling Antagonis
a.  Pupuk ammonium (N) dan pupuk alkalis
Pupuk ammonium seperti urea, ammonium sulphate, ammonium chloride, dan ammonium nitrate harus diaplikasi sekitar 4 minggu sebelum aplikasi pupuk alkalis seperti super dolomite maupun TSP.
Aplikasi secara bersamaan dari pupuk ini pada tempat yang sama akan mengakibatkan hilangnya nitrogen karena penguapan. Interval pemupukan tidak diperlukan jika pemberian ammonium dan alkalis tidak diaplikasi pada tempat yang sama seperti pada areal piringan dan gawangan mati yang sudah terpisah dan tidak akan mengakibatkan antagonis.

b.  Pupuk potassium (K) dan magnesium (Mg)
      Pupuk potassium seperti muriate of potash (MOP/KCL) dan sulphate of potash (ZK) tidak bisa diaplikasi secara bersamaan dengan pupuk magnesium seperti kieserite dan super dolomite karena adanya pengaruh yang antagonis antara K dan Mg serta antara K Ca (kalsium dalam bentuk kapur pertanian/kaptan). Untuk mengurangi pengaruh antagonis pupuk ini diperlukan waktu sekitar 3 minggu. Apabila memungkinkan, pupuk K harus diberikan terlebih dahulu.

6.   Kekurangan Unsur Pupuk

Tabel Beberapa tanda/gejala visual kekurangan hara

Unsur
Akibat
1
N
Daun menguning, warna pucat terutama pada daun yang tua, daun muda tetap hijau .
2
P
Jarang bisa dilihat langsung secara jelas, bila sudah terjadi dalam waktu yang lama. Ukuran daun makin lama mengecil dan pertumbuhan tanaman kerdil. Bila ada vegetasi rumput/lalang, tulang daunnya berwarna keunguan.
3
K
Daun – daun tua menguning mulai dari ujungnya disertai bercak-bercak warna orange
4
Mg
Jelas terlihat pada daun terutama yang terkena sinar matahari langsung. Warnanya menguning kemudian mengering dimulai dari pinggir helai daun terutama pada daun tua, jumlahnya terkadang sampai 1 lingkaran (8 daun).
5
S
Kebalikan dan kekurangan N. Pada kekurangan S yang menguning pucat adalah daun-daun muda sampai sebanyak 1-2 putaran daun (8-16 pelepah).
6
B
Daun muda tumbuhnya tidak normal seperti melingkar, ujung anak daun membentuk seperti kait atau menggulung, anak daun pada ujung pelepah seperti jarum

F.    PENGGUNAAN PUPUK PKS
1.    Tandan Kosong
a.   Aplikasi
Tandan kosong merupakan produk samping (by-product) yang dihasilkan PKS dalam bentuk padatan sekitar 21% dari TBS yang di olah.
Tandan kosong harus telah diaplikasi dalam kurun waktu 6 hari ke lapangan untuk mengurangi kehilangan haranya. Kandungan unsur hara di TKS cepat merosot/menurun pada penumpukan yang lambat waktu diaplikasi, akibatnya manfaat menggunakan TKS tidak tercapai (maksimal)

Manfaat :
·         Manfaat dari aspek kimia tanah, sumber hara tanaman dan bahan  organik tanah
·         Manfaat dari aspek biologi tanah, media tumbuh bagi mikroganisme mampu merangsang pertumbuhan akar-akar baru tanaman
·         Manfaat fisik tanah, media konservasi tanah guna mencegah resiko erosi dan meningkatkan kemampuan menyimpan air tanah (water holding capacity)

               Tabel Kandungan hara


Hara
Satuan
Kisaran
Rerata
N
Nitrogen
%
0,64-0,93
0,90
P2O
Phosphorus
%
0,160-0,318
0,11
K2O
Kalium,potassium
%
1,93-4,03
2,40
MgO
Magnesium
%
0,17-0,28
0,17
CaO
Kalsium,calsium
%
0,23-0,41
0,27
Cl
Khlor
%

0,44
Mn
Mangan
ppm
9 -34
24,75
B
Boron
ppm
10-16
12,94
Zn
Seng,zinc
ppm
22-50
37,72
Cu
Copper
ppm
43-83
53,14
Fe
Besi, ferrum
ppm
158-1128
275,36

b.   Dosis dan frekuensi
Dosis aplikasi TKS pada TBM dan TM :
  • Pada TBM dosis rekomondasi per pohon per tahun sebesar 200 kg TKS dan ditambahkan pupuk 500 g urea diatas TKS segera setelah aplikasi dilakukan. Aplikasi harus dilakukan satu lapis disekitar piringan tanaman mulai sekitar 30 cm dari pangkal batang kelapa sawit.
  • Pada TM dosis aplikasi TKS dan pupuk organik tambahan dibedakan bardasarkan kondisi tanahnya. 
2.    Kompos
Kompos merupakan pemanfaatan lain dari btandan kosong setelah melalui proses dekomposisi sehingga terjadi penurunan bobot dan volume dari tandan kosong tanpa mengurangi potensi hara yang terkandung didalamnya. Kompos yang dihasilkan sekitar 20% dari TKS. Setiap periode produksi kompos, JLTZ harus melakukan sampling terhadap kompos yang sudah matang dan mengirimkannya keLIBZ untuk dianalisa nutrisinya.

         Tabel 12.10. Kandungan Hara Kompos (kadar air 60%)
Hara
Rerata (%)
N                  Nitrogen
3,30
P                  Phosphorus
0,31
K                  Kalium, potassium
2,35
Mg                Magnesium
0,70

a.   Dosis Aplikasi :
  Dosis rekomendasi per pohon
·         Semester I                : 35 kg kompos + 1,0 kg RP
·         Semester II               : 35 kg kompos

b.   Cara Aplikasi :
·         Kompos yang sudah matang dimuat dengan Dump-Truck lalu ditimbang di PKS dan diecer di CR serta MR
·         Kompos diaplikasikan secara manual dengan diletakkan di antara dua pohon dalam barisan searah jalan rintis
·         Pupuk RP diaplikasikan merata di atas kompos sesuai dengan dosisnya yang bertujuan untuk menambah hara phosphorus dalam tanah.
·         Seorang mandor bertanggung jawab atas distribusi kompos dan pengawasan aplikasinya.

c.   Waktu Aplikasi :
Kompos yang sudah matang harus segera diaplikasi ke lapang untuk mengurangi kehilangan haranya.

3.    Abu Tandan.
Abu tandan yang dihasilkan ± 0,3% dari TBS. Abu tandan adalah produk akhir dari proses pembakaran tandan kosong di dalam incenerator, bersifat alkalis dan memiliki potensi hara yang tinggi, terutama unsur Kalium. Setiap bulan abu tandan harus dianalisa kandungan haranya.
Manfaat :
Sumber hara tanaman dan dapat meningkatkan pH tanah karena sifatnya yang alkalis (manfaat kimia tanah)

  Tabel 12.11. Kandungan Hara : (kadar air 11%)
Hara
Kisaran (%)
Rerata (%)
K2O total
25,30 – 48,70
42,07
K2O larut dalam air
15,50 – 36,80
26,99
MgO total
3,46 – 3,49
3,48
MgO larut dalam air
0,02 – 0,04
0,03
CaO total
5,25 – 5,84
5,57
CaO larut dalam air
0,01 – 0,02
0,02
Cl
4,36 – 7,45
5,80

a.   Dosis dan Frekuensi :
Dosisi abu tandan (pada kadar air 11%) yang direkomendasikan adalah 2 kali berat dari dosis pupuk MOP yang dianjurkan. Aplikasi dilakukan 1 kali setahun, secara bergiliran antara semester 1 dan semester 2 dengan pupuk MOP dan abu tandan

  b.   Cara Aplikasi :
Abu tandan yang telah dimasukkan ke dalam karung diangkut ke lapangan untuk ditabur merata secara manual di luar piringan. Pekerja sebaiknya menggunakan sarung tangan dan masker

c.   Waktu Aplikasi :
Abu tandan diaplikasi sesuai dengan jadwal rekomendasi pemupukan anorganik.

4.    Aplikasi Limbah Cair PKS
Limbah cair PKS dihasilkan ± 55% dari TBS yang diolah. LCPKS merupakan produk samping yang dihasilkan PKS dalam bentuk cairan.
Limbah cair PKS yang dimanfaatkan untuk aplikasi di lapangan adalah LCPKS yang sudah mendapat perlakuan di dalam kolam instalasi pengolahan air limbah – digest effluent bukan LCPKS yang masih mentah (raw effluent).
Manfaat :
  • Manfaat ditinjau dari aspek kimia tanah sebagai sumber hara tanaman, air dan bahan organik tanah
  • Manfaat ditinjau dari aspek biologi tanah sebagai media tumbuh bagi mikroorganisme pengurai di dalam tanah
Tabel Kandungan Hara Limbah Cair
Karateristik
Unit
Kisaran
Rerata
pH
Derajat kemasaman
-
3,83 – 7,25
6,55
BOD
Biologycal Oxygen Demand
ppm
170 – 23.574
2.559
COD
Chemical Oxygen Demand
ppm
2.213 – 107.492
14.345
O/G
Oil and Grease
%

0,11
TA
Total Alkalinity
ppm
704 – 3.421
2.763
VFA
Volatile Fatty Acid
ppm
49 – 5.452
579
TS
Total Solid
ppm
0,52 – 7,12
1,64
N
Nitrogen
ppm
120 - 996
454
P
Phosphorus
ppm
69 - 590
170
K
Potassium
ppm
965 – 2.500
1.641
Mg
Magnesium
ppm
195 - 530
334
Ca
Calsium
ppm
100 - 575
249

              a.     Dosis dan frekuensi :
·         Dosis rekomendasi per ha per tahun adalah 375 m3 atau 125 m3/ha/rotasi x 3 rotasi
·         Dosis 750 m3 per ha per tahun atau 250 m3/ha/rotasi x 3 rotasi digunakan pada :
§  Areal LA lama yang tidak ada lagi lokasi untuk pengembangan
§  Areal LA baru yang tidak memungkinkan dilakukan aplikasi secara luas karena sebagian areal lainnya adalah tanah berpasir atau tanah dengan porositas tinggi atau berlubang
·         Semua dosis rekomendasi diaplikasikan 3 kali setahun atau 4 bulan sekali

b.     Cara aplikasi :
·         Limbah cair PKS diaplikasikan di tanah mineral non pasir yang bertopografi datar hingga agak bergelombang. Tanah pasir serta gambut tidak direkomendasikan.
·         Areal aplikasi harus memiliki kedalaman air tanah > 75 cm dari permukaan tanah.
·         Blok-blok yang banyak dilalui oleh parit dan sungai serta rendahan tidak rekomendasikan untuk diaplikasi limbah cair.
·         Limbah cair PKS dialirkan melalui pipa utama dan pipa distribusi kedalam blok-blok yang sudah ditentukan.
·         Seorang mandor bertugas mengelola aplikasi limbah cair dan mengkomunikasikan waktu aplikasi dengan operator mesin pompa di PKS.
·         Aplikasi limbah cair PKS dilakukan secara jalur perjalur didalam blok dibawah pengawasan seorang pekerja. Apabila menggunakan sistem gravitasi maka harus dipastikan bahwa flatbad terjauh telah teraplikasi.
·         Pada saat barsamaan dapat dilakukan aplikasi beberapa jalur bergantung kepada jarak dan tekanan air yang keluar dari pipa distribusi. Tekanan yang terlalu besar harus dikurangi dengan cara membuka jalur aplikasi lainnya agar pipa distribusi tidak pecah, sebaliknya apabila tekanan terlalu kecil maka aplikasi hanya dikerjakan pada jalur-jalur yang berdekatan saja untuk meningkatkan prestasi aplikasi yang diperoleh.
·         Lamanya jam operasi bergantung kepada debitnya yang keluar dari pipa distribusi yang ditentukan oleh jarak kapasitas pompa.
·         Aplikasi pada flatbad yang berdekatan dengan badan air seperti parit dan sungai harus dilakukan secara hati-hati. Beberapa hal yang harus diperhatikan :
§      Menaikkan tanggul pembatas pada flatbad yang berdekatan dengan badan air
§      Memastikan bahwa masih ada jarak atau sisa tempat didalam flatbad yang tidak terisi dengan limbah cair sebagai cadangan apabila turun hujan dengan intensitas yang tinggi
·         Setelah aplikasi seluruh peralatan pedukung putaran kran air harus dilepas dan disimpan di tempat yang aman.

c.     Waktu Aplkasi :
Limbah cair diaplikasikan sesuai dengan jadwal rekomendasi dengan memperhatikan batas ketinggian maksimum di dalam flatbad sekitar 10 cm dibawah permukaan tanah.

G.   UNSUR HARA DAN GEJALA DEFISIENSI PADA TANAMAN
        1.   Nitrogen ( N ).
Nitrogen sangat berperan dalam pertumbuhan tanaman pada proses pembentukan protein, sintesa klorofil, dan fotosintesa. Tanaman mengambil nitrogen dari t6anah dalm bentuk nitrate ( NO3-) dan ammonium ( NH4+ ). 

a.   Gejala defisiensi  N.
Gejala dimulai dari pelepah tua yang berwarna hijau pucat sampai kekuningan. Pada tahap selanjutnya tulang daun berwarna orange terang dan orange kecoklatan, tulang anak daun dan hulaian daun mengecil dan menggulung kedalam.

b.   Penyebab defisiensi  N.
                    Gejala defisiensi N dapat disebabkan oleh:
·         Adanya persaingan yang berat antara tanaman dengan gulma seperti lalang (Impereta cylindrica L.), mikania (Mikania micrantha ) dan pakisan ( fems ).
·         Kandungan nitrogen dalam tanah yang rendah.
·         Tanah dengan drainase jelek (reduktif) sehingga terjadi proses denitrifikasi (nitrogen hilang dalam bentuk gas N2).

              c.   Tindakan pencegahan.
                    Beberapa tindakan untuk mencegah dan menangani defisiensi N :
·         Mengendalikan secara dini tumbuhan yang bersifat kompetior bagi tanaman kelapa sawit dan melakukan perawatan tanaman kacangan.
·         Memperbaiki drainase.
·         Meningkatkan bahan organik tanah.
·         Meningkatkan ketersediaan nitrogen tanah secara bioteknologi.
·         Mencegah terjadinya aliran permukaan dan erosi.
·         Mengaplikasikan pupuk secara tepat (jenis pupuk, dosis, cara dan waktu aplikasi).
·         Monitiring dengan pengambilan contoh daun.

2.   Phosphorus ( P ).
Phosphorus berperan dalam metabolisme tanaman, sepert transfer energi adenosine triphosphate ( ADP ), dan adenosine monophosphate ( AMP ). Defiensi P akan mengakibatkan penurunan proses metabolisme yang meliputi terhambatnya pertumbuhan dan perbanyakan sel, respirasi dan fotosintesa.
Tanaman mengambil phosphorus dalam bentuk ion orthjophosphate ( H2PO4, HPO4,PO43 ).

a.   Gejala defisiensi  P.
Identifikasi defisiensi P secara visual sangat sulit karena tidak menunjukan gejala yang khusus didaun.Sebagai indikasi diantaranya adalah : tanaman mengalami pertumbuhan yang terhambat (kerdil) dan pelepah pendek, serta terjadinya penurunan produksi jumlah tandan, berat tandan, dan berat tandan rerata.

b.   Penyebab defisiensi  P.
Gejala defisiensi P dapat disebabkan oleh beberapa factor.
·         Kandungan P dalam tanah yang rendah.
·         Fiksasi P yang tinggi didalm tanah :
§  Tanah sangat masam sering terjadi ikatan AI-P dan Fe-P.
§  Tanah alkalis sering terjadi ikatan Ca-P.
·         Kandungan bahan organik tanah yang rendah, terutama pada tanah yang top soilnya telah hilang.
·         Aplikasi pupuk P yang tidak tepat dosis, cara dan waktu aplikasi.

c.   Tindakan pencegahan.
Beberapa tindakan untuk mencegah dan menagani defisiensi P :
·         Meningkatkan bahan organik tanah.
·         Meningkatkan ketersedian phosphorus dan bioteknologi.
·         Mencegah terjadinya aliran permukaan dan erosi.
·         Mengaplikasi pupuk secara tepat (jenis pupuk, dosis, cara dan waktu aplikasi).
·         Monitoring dengan pengambilan contoh daun.

3.   Magnesium ( Mg ).
Magnesium merupakan kation divalen berukuran kecil serta memiliki sifat elektropositive yang berperan dalam proses pembentukan klorovil, aktifator enzim dan transfer energi, serta mengendalikan tingkat kemasan ( pH dalam sel).

a.   Gejala defisiensi Mg.
Gejala mulai dari pelepah tua. Pada tahap awal lembaran daun yang berumur lebih tua yang terkena sinar matahari akan berwarna hijau kekuningan. Pada gejala lebih lanjut, daun berubah warna menjadi orange terang, apabila dibiarkan warna daun berubah menjadi coklat dan akhirnya mengering yang dimulai dari sisi helai anak daun.

b.   Penyebab defisiensi Mg.
Gejala defisiensi Mg dapat disebabkan oleh beberapa faktor :
·         Ketidak seimbangan antara Mg dengan nutrisi lainnya (K, NH4 Ca).
·         Kandungan Mg dalam tanah yang rendah.
·         Tanah dengan tekstur pasir, tanah sulfat masam, dan top soil yang tipis atau tererosi (areal belerang).
·         Tanah berkapur (Ca) maupun tanah mengandung K yang tinggi.
·         Aplikasi pupuk Mg yang tidak tepat dosis, cara dan waktu aplikasi.

c.   Tindakan pecegahan.
Beberapa tindakan untuk mencegah dan menangani defisiensi Mg
·         Monitoring dengan pengambilan contoh daun.
·         Meningkatkan bahan organik tanah.
·         Mencegah terjadinya aliran permukaan dan erosi.
·         Mengaplikasikan pupuk secara tepat (jenis pupuk,dosis, cara dan waktu aplikasi). Keseimbangan K/Mg dan Mg/Ca sangat diperlukan dalam pemupukan.

4.   Potassium ( K )
Potassium sangat berperan bagi tanaman terutama dalam mengendalikan proses membuka dan menutupnya stomata, aktivitor enzim, dan meningkatkan transport hasil fotosintesa kebagian penyimpanan ( buah).

              a.   Gejala defisiensi ( K ).
Gejala defisiensi berupa orange spotting dan confluent orange spotting serta mid crown yellowing dimulai dari pelepah tua.
Gejala orangr spotting berupa bercak-bercak berwarna orange yag mengkilat dan meneruskan cahaya pada anak daun.
Dilapangan harus dibedakan adanya gejala confluent corange spotting akibat genetis dan akibat defisiensi K dengan memperhatikan adanya kemampuan untuk meneruskan cahaya matahari.
Gejala mid crown yellowing ditandai dengan berkembangnya gejala nekrosis warna coklat kekuningan yang tidak cerah, bercak kecil yang mengalami klorosis ini berkembang keseluruhan daun yang selanjutnya terbentuk  pita berwarna kuning disisi helai daun. Pada gejala defisiensi berat, mid crown yellowing dan confluent orange spotting sering muncul secara bersamaan.

              b.   Penyebab defisiensi K.
                    Gejala defisiensi K dapat disebabkan oleh beberapa faktor :
·         Kandungan K dalam tanah yang rendah.
·         Tanah dengan reaksi sangat masam : tanah sangt berpasir, tanah gambut, tanah sulfat masam.
·         Tanah berkapur (Ca) maupun tanah mengandung Mg yang tinggi.
·         Aplikasi pupuk K yang tidak tepat dosis, cara dan waktu aplikasi.

c.   Tindakan pencegahan.
Beberapa tindakan untuk mencegah dan menangani defisiensi K :
·        Meningkatkan bahan organik tanah.
·        Mencegah terjadinya aliran permukaan dan erosi.
·        Mengaplikasi pupuk secara tepat ( jenis pupuk, dosis, cara dan waktu aplikasi).
·        Monitoring dengan pengambilan contoh daun.







6 comments:



  1. Kami ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan KI JAWI dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi KI JAWI dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan KI JAWI meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan KI JAWI kini saya b KI JAWI isa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik KI JAWI sekali lagi makasih yaa KI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja KI JAWI DI 0823 1100 22887 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW
    1. Di Lilit Hutang


    2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel
    3. Barang berharga Anda. sudah Habis Buat Judi Togel
    4. Anda Sudah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang tepat
    5. Keluarga anda.sdh hampir.berantakan gara2 Judi togel

    Jangan Anda Putus Asa…Anda sudah...
    berada Di blog yang sangat Tepat..
    Kami akan membantu anda semua dengan
    Angka Ritual Kami.dengan bantuan mahluk Ghoib..
    Mulai dari CB, AI, SHIO, 2D,3D,4D & 6D
    HUB: AKI JAWI di:(0823 1100 2287 )


    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (3.50) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB AKI_JAWI _:(0823 1100 2287 )terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

    6.Pesugihan TUYUL.
    7.Uang Balik
    8.Ingin Buka Usaha Sendiri.
    9.Penghasilan Cukup.
    10.Cepat Dapat Pekerjaan Semoga barmanfa'at
    ANDA JANGAN RAGU JANGAN TAKUT, SUDAH TERBUKTI BANYAK ORANG YANG SUKSES, HUBUNG: AKI JAWI
    (0823 1100 22887 )..Anda Cukup Mengganti Biaya Ritual Angkanya Saja…
    Jaminan 5x putaran 100% bisa di jamin tembus berturut-turut

    ReplyDelete
  2. bu bu postingan ttg apa
    ibu komen tentang apa
    jaka sembung bawa golok juga bu dina

    ReplyDelete
  3. salam kenal.kami prodoksi prnggilingan kaptan .dolomit dan pembuatan pupuk phospat granul..kami jamin murah oarna kami pridoksen langsung .info 08175750078

    ReplyDelete
  4. Mau tanya ?
    Mengapa setelah pembakaran abu tandan kosong kelapa sawit dapat meningkatkan kandungan hara K2O

    ReplyDelete

  5. PT. BASMAA KURNIA UTAMA

    JUAL :

    1. PUPUK DOLOMITE
    2. CALCIUM CARBONATE CaCo3 POWDER
    3. QUICK LIME/KAPUR TOHOR CaO POWDER
    DAN BINGKAHAN
    4. HYDRATED LIME Ca(OH)2

    HUBUNGI :

    ‭+62 822 11855757‬, +62 853 2947 5858

    STOK : 10.000 Ton
    HARGA : 325

    NAMA : PT. BASMAA KURNIA UTAMA
    STATUS : Produsen
    ALAMAT : Jl. Raya Bojonegoro - Tuban, Kec. Plumpang, Kab. Tuban
    Jawa Timur
    KOTA : TUBAN
    TELP/ HP : 085329475858
    EMAIL* : sumirat.jr@gmail.com

    ReplyDelete